Senin, 29 November 2010
Minggu, 31 Oktober 2010
Pertumbuhan dan perkembangan
Perbedaan Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa.
Bersifat kuantitatif
Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
Perkembangan
Suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks)
Bersifat kualitatif
Reversibel (dapat kembali ke keadaan semula)
Tidak dapat diukur
Macam-macam pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
a. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
b. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
c. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
2. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
Macam-macam Perkecambahan pada Biji
1. Perkecambahan hipogeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.
2. Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan
1. Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut.
Air dan mineral
Kelembaban.
Suhu
Cahaya
2. Faktor internal: faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Macam-macam hormon pada tumbuhan:
Auksin
Giberelin
Sitokinin
Gas Etilen
Asam Absisat
Kalin
Macam-macam hormon kalin adalah sebagai berikut.:
Rhizokalin: merangsang pembentukan akar
Kaulokalin: merangsang pembentukan batang
Anthokalin: merangsang pembentukan bunga
Filokalin: merangsang pembentukan daun
Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan:
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletaan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi
Pengaruh Nutrien pada pertumbuhan Tumbuhan:
No Unsur hara Fungsi
1 Belerang (S) Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan
2 Fosfor (P) Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzim
3 Magnesium (Mg) Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
4 Kalsium (Ca) Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
5 Kalium (K) Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein
6 Nitrogen (N) Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim
7 Oksigen (O) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
8 Karbon (C) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
9 Hidrogen (H) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
10 Molibdenum (Mo) Komponen esensial untuk fiksasi nitrogen
11 Nikel (Ni) Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen
12 Seng (Zn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
13 Mangan (Mn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
14 Besi (Fe) Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim
15 Klor (Cl) Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis, diperlukan dalam menjaga keseimbangan air
penjelasan
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang

Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa.
Bersifat kuantitatif
Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
Perkembangan
Suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks)
Bersifat kualitatif
Reversibel (dapat kembali ke keadaan semula)
Tidak dapat diukur
Macam-macam pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
Pertumbuhan primer pada ujung akar dan ujung batang dapat dibedakan menjadi 3 daerah yaitu:
a. Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Sel-sel di daerah ini aktif membelah (bersifat meristematik)
b. Daerah perpanjangan sel, terletak di belakang daerah pembelahan. Sel-sel di daerah inimemiliki kemampuan untuk membesar dan memanjang.
c. Daerah diferensiasi sel, merupakan daerah yang sel-selnya berdiferensiasi menjadi sel-sel yang mempunyai fungsi dan struktur khusus.
2. Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
Macam-macam Perkecambahan pada Biji
1. Perkecambahan hipogeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.
2. Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan pada tumbuhan
1. Faktor eksternal/lingkungan: faktor ini merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan adalah sebagai berikut.
Air dan mineral
Kelembaban.
Suhu
Cahaya
2. Faktor internal: faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akan mengontrol pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Macam-macam hormon pada tumbuhan:
Auksin
Giberelin
Sitokinin
Gas Etilen
Asam Absisat
Kalin
Macam-macam hormon kalin adalah sebagai berikut.:
Rhizokalin: merangsang pembentukan akar
Kaulokalin: merangsang pembentukan batang
Anthokalin: merangsang pembentukan bunga
Filokalin: merangsang pembentukan daun
Pengaruh Cahaya pada pertumbuhan Tumbuhan:
Cahaya bermanfaat bagi tumbuhan terutama sebagai energi yang nantinya digunakan untuk proses fotosintesis. Cahaya juga berperan dalam proses pembentukan klorofil. Akan tetapi cahaya dapat bersifat sebagai penghambat (inhibitor) pada proses pertumbuhan, hal ini terjadi karena cahaya dapat memacu difusi auksin ke bagian yang tidak terkena cahaya. Sehingga, proses perkecambahan yang diletaan di tempat yang gelap akan menyebabkan terjadinya etiolasi
Pengaruh Nutrien pada pertumbuhan Tumbuhan:
No Unsur hara Fungsi
1 Belerang (S) Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan
2 Fosfor (P) Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzim
3 Magnesium (Mg) Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
4 Kalsium (Ca) Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
5 Kalium (K) Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein
6 Nitrogen (N) Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim
7 Oksigen (O) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
8 Karbon (C) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
9 Hidrogen (H) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
10 Molibdenum (Mo) Komponen esensial untuk fiksasi nitrogen
11 Nikel (Ni) Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen
12 Seng (Zn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
13 Mangan (Mn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
14 Besi (Fe) Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim
15 Klor (Cl) Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis, diperlukan dalam menjaga keseimbangan air
penjelasan
Banyak faktor alasan atau penyebab yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan, tanaman, pohon, dll. Apabila faktor tersebut kebutuhannya tidak terpenuhi maka tanaman tersebut bisa mengalami dormansi / dorman yaitu berhenti melakukan aktifitas hidup. Faktor pengaruh tersebut yakni :
1. Faktor Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan juga kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22 derajat celcius sampai dengan 37 derajad selsius. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti
2. Faktor Kelembaban / Kelembapan Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
3. Faktor Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar mentari dapat menghambat proses pertumbuhan.
4. Faktor Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang
Jumat, 15 Oktober 2010
Dont Tell What You Can Do But Just Show What You Can Do
Bicara itu mudah. Namun tindakan mempunyai andil lebih besar dari kata-kata. Pepatah ini mungkin sudah anda dengar ribuan kali.
Pada zaman sekarang, saat setiap orang berusaha meraih kesuksesan, saya memperhatikan bahwa sepertinya ada banyak orang yang lebih banyak bicara daripada bertindak.
Anda mungkin tahu persis pepatah "lakukan apa yang anda katakan". Well, saya punya pendapat sendiri mengenai hal ini. Saya mengatakan apa yang saya praktekkan. Ada sedikit perbedaan disini.
Anda dapat menjadi seseorang yang kehidupannya mengungkapkan segalanya. Kita semua harus membiarkan tindakan kita menunjukkan siapa kita. Action talk about us not We talk about action. Jadilah seseorang yang kehidupannya dapat dicontoh semua orang. Jangan terjebak dala dunia kepalsuan. Berilah makna pada diri anda dan segala sesuatu yang telah anda kerjakan.
pernah denger Epilepsi ?
Epilepsi atau lebih sering dikenal dengan sebutan ayan adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pada otak. Jika penyakit ini berlama-lama menyerang sang anak, akan mengakibatkan kematian.
Biasanya epilepsi ditandai dengan kejangnya seluruh anggota tubuh karena tidak terkontrolnya sel-sel otak. Tak heran jika penderita epilepsi akan selalu mengeluarkan air liur yang berupa buih/busa. Hal ini dikarenakan kejang terjadi disekitar otot pengunyah.
Secara medis, epilepsi adalah lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.
Jika penderita epilepsi ini telah merasa lelah dan kehabisan energi setelah kejang, ia akan tak sadarkan diri untuk sementara. Kondisi ini disebut paralise todd.
Perlu diketahui bahwa tidak semua penderita epilepsi mengalami kejang, ada sebagian anak yang terdiam dan terbengong sesaat setelah itu mulutnya komat kamit diluar kesadaran, kaki dan tangannya bergerak sendiri lalu tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Ini juga merupakan bentuk dari serangan epilepsi.
Penyakit ini dapat terjadi pada anak mulai dari usia 5 bulan hingga usia dewasa. Pandangan masyarakat terhadap epilepsi adalah salah. Epilepsi bukanlah penyakit menular, penyakit jiwa, ataupun penyakit yang diakibatkan mistik sehingga tak jarang banyak penderitanya yang terkucilkan. Oleh karena itu, pandangan masyarakat terhadap penyakit ini harus segera diubah.
Penyakit epilepsi biasanya disebabkan oleh adanya faktor keturunan meskipun hanya sekitar 5-10%, selain itu akibat adanya kelainan saat menjelang kelahiran, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, adanya genangan darah/nanah di otak, kelainan pembuluh darah otak ataupun pernah mengalamai operasi otak merupakan hal pemicu terjadinya epilepsi.
Hampir semua penyakit yang berhubungan dengan otak dapat menyebabkan penyakit ini.
Cara menanggulangi penderita epilepsi yaitu:
1. Jika sedang kumat, jangan pernah mencoba untuk memasukkan sesuatu kedalam mulut penderita ataupun memaksa untuk membuka gigi/mulutnya sebab akan memperparah keadaannya.
2. Berikan alas kepala pada si penderita lalu biarkan penderita sadar dengan sendirinya.
3. Jika sudah sadar, usahakan memiringkan tubuhnya dan memberikan bantuan pernafasan.
4. Jangan diberi minum ataupun obat sebelum kondisinya normal kembali.
5. Jangan biarkan ia kelelahan, kedinginan, termenung sendiri, merasa cemas ataupun membuatnya emosi, sebab akan memicu penyakitnya kambuh.
Epilepsi dapat disembuhkan dengan melakukan tindakan bedah saraf ataupun minum obat secara teratur. Tetapi jika pengobatan epilepsi hanya mengandalkan konsumsi obat maka proses penyembuhan memerlukan waktu yang lama. Penderita akan diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang.
Proses penyembuhan epilepsi tergantung pada tingkat serangannya. Jika serangannya ringan, maka hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. Jika serangannya berat,maka membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.
Terapi yang dapat dilakukan dalam mengatasi kejang yaitu: Siapkan daun lidah buaya secukupnya dan haluskan. Setelah itu, masukkan lidah buaya tersebut kedalam sebuah wadah, tambahkan es batu dan sedikit garam aduk hingga tercampur. Gunakan campuran ini sebagai bahan untuk mengompres kepala anak. Lakukan sehari sekali secara rutin selama 7 hari.
Biasanya epilepsi ditandai dengan kejangnya seluruh anggota tubuh karena tidak terkontrolnya sel-sel otak. Tak heran jika penderita epilepsi akan selalu mengeluarkan air liur yang berupa buih/busa. Hal ini dikarenakan kejang terjadi disekitar otot pengunyah.
Secara medis, epilepsi adalah lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.
Jika penderita epilepsi ini telah merasa lelah dan kehabisan energi setelah kejang, ia akan tak sadarkan diri untuk sementara. Kondisi ini disebut paralise todd.
Perlu diketahui bahwa tidak semua penderita epilepsi mengalami kejang, ada sebagian anak yang terdiam dan terbengong sesaat setelah itu mulutnya komat kamit diluar kesadaran, kaki dan tangannya bergerak sendiri lalu tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Ini juga merupakan bentuk dari serangan epilepsi.
Penyakit ini dapat terjadi pada anak mulai dari usia 5 bulan hingga usia dewasa. Pandangan masyarakat terhadap epilepsi adalah salah. Epilepsi bukanlah penyakit menular, penyakit jiwa, ataupun penyakit yang diakibatkan mistik sehingga tak jarang banyak penderitanya yang terkucilkan. Oleh karena itu, pandangan masyarakat terhadap penyakit ini harus segera diubah.
Penyakit epilepsi biasanya disebabkan oleh adanya faktor keturunan meskipun hanya sekitar 5-10%, selain itu akibat adanya kelainan saat menjelang kelahiran, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, adanya genangan darah/nanah di otak, kelainan pembuluh darah otak ataupun pernah mengalamai operasi otak merupakan hal pemicu terjadinya epilepsi.
Hampir semua penyakit yang berhubungan dengan otak dapat menyebabkan penyakit ini.
Cara menanggulangi penderita epilepsi yaitu:
1. Jika sedang kumat, jangan pernah mencoba untuk memasukkan sesuatu kedalam mulut penderita ataupun memaksa untuk membuka gigi/mulutnya sebab akan memperparah keadaannya.
2. Berikan alas kepala pada si penderita lalu biarkan penderita sadar dengan sendirinya.
3. Jika sudah sadar, usahakan memiringkan tubuhnya dan memberikan bantuan pernafasan.
4. Jangan diberi minum ataupun obat sebelum kondisinya normal kembali.
5. Jangan biarkan ia kelelahan, kedinginan, termenung sendiri, merasa cemas ataupun membuatnya emosi, sebab akan memicu penyakitnya kambuh.
Epilepsi dapat disembuhkan dengan melakukan tindakan bedah saraf ataupun minum obat secara teratur. Tetapi jika pengobatan epilepsi hanya mengandalkan konsumsi obat maka proses penyembuhan memerlukan waktu yang lama. Penderita akan diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang.
Proses penyembuhan epilepsi tergantung pada tingkat serangannya. Jika serangannya ringan, maka hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. Jika serangannya berat,maka membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.
Terapi yang dapat dilakukan dalam mengatasi kejang yaitu: Siapkan daun lidah buaya secukupnya dan haluskan. Setelah itu, masukkan lidah buaya tersebut kedalam sebuah wadah, tambahkan es batu dan sedikit garam aduk hingga tercampur. Gunakan campuran ini sebagai bahan untuk mengompres kepala anak. Lakukan sehari sekali secara rutin selama 7 hari.
Langganan:
Postingan (Atom)