Jumat, 15 Oktober 2010

pernah denger Epilepsi ?

Epilepsi atau lebih sering dikenal dengan sebutan ayan adalah penyakit yang menyerang sistem saraf pada otak. Jika penyakit ini berlama-lama menyerang sang anak, akan mengakibatkan kematian.

Biasanya epilepsi ditandai dengan kejangnya seluruh anggota tubuh karena tidak terkontrolnya sel-sel otak. Tak heran jika penderita epilepsi akan selalu mengeluarkan air liur yang berupa buih/busa. Hal ini dikarenakan kejang terjadi disekitar otot pengunyah.

Secara medis, epilepsi adalah lepasnya muatan listrik yang berlebihan dan mendadak, sehingga penerimaan serta pengiriman impuls dalam/dari otak ke bagian-bagian lain dalam tubuh terganggu.

Jika penderita epilepsi ini telah merasa lelah dan kehabisan energi setelah kejang, ia akan tak sadarkan diri untuk sementara. Kondisi ini disebut paralise todd.

Perlu diketahui bahwa tidak semua penderita epilepsi mengalami kejang, ada sebagian anak yang terdiam dan terbengong sesaat setelah itu mulutnya komat kamit diluar kesadaran, kaki dan tangannya bergerak sendiri lalu tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri. Ini juga merupakan bentuk dari serangan epilepsi.

Penyakit ini dapat terjadi pada anak mulai dari usia 5 bulan hingga usia dewasa. Pandangan masyarakat terhadap epilepsi adalah salah. Epilepsi bukanlah penyakit menular, penyakit jiwa, ataupun penyakit yang diakibatkan mistik sehingga tak jarang banyak penderitanya yang terkucilkan. Oleh karena itu, pandangan masyarakat terhadap penyakit ini harus segera diubah.

Penyakit epilepsi biasanya disebabkan oleh adanya faktor keturunan meskipun hanya sekitar 5-10%, selain itu akibat adanya kelainan saat menjelang kelahiran, cedera kepala, radang selaput otak, tumor otak, adanya genangan darah/nanah di otak, kelainan pembuluh darah otak ataupun pernah mengalamai operasi otak merupakan hal pemicu terjadinya epilepsi.

Hampir semua penyakit yang berhubungan dengan otak dapat menyebabkan penyakit ini.

Cara menanggulangi penderita epilepsi yaitu:

1. Jika sedang kumat, jangan pernah mencoba untuk memasukkan sesuatu kedalam mulut penderita ataupun memaksa untuk membuka gigi/mulutnya sebab akan memperparah keadaannya.
2. Berikan alas kepala pada si penderita lalu biarkan penderita sadar dengan sendirinya.
3. Jika sudah sadar, usahakan memiringkan tubuhnya dan memberikan bantuan pernafasan.
4. Jangan diberi minum ataupun obat sebelum kondisinya normal kembali.
5. Jangan biarkan ia kelelahan, kedinginan, termenung sendiri, merasa cemas ataupun membuatnya emosi, sebab akan memicu penyakitnya kambuh.

Epilepsi dapat disembuhkan dengan melakukan tindakan bedah saraf ataupun minum obat secara teratur. Tetapi jika pengobatan epilepsi hanya mengandalkan konsumsi obat maka proses penyembuhan memerlukan waktu yang lama. Penderita akan diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi kejang.

Proses penyembuhan epilepsi tergantung pada tingkat serangannya. Jika serangannya ringan, maka hanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. Jika serangannya berat,maka membutuhkan waktu lebih dari 5 tahun.

Terapi yang dapat dilakukan dalam mengatasi kejang yaitu: Siapkan daun lidah buaya secukupnya dan haluskan. Setelah itu, masukkan lidah buaya tersebut kedalam sebuah wadah, tambahkan es batu dan sedikit garam aduk hingga tercampur. Gunakan campuran ini sebagai bahan untuk mengompres kepala anak. Lakukan sehari sekali secara rutin selama 7 hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar